Joshua Alexander Heriyanto, Sarah Hasna Azzahra

Perusahaan manufaktur memiliki ribuan suku cadang, puluhan ribu pekerja, dan ratusan pabrik. Selama pandemi, permintaan meningkat drastis. Bagaimana cara kita mengatur sumber daya untuk menangani lonjakan permintaan?

Sebuah bandara besar memiliki ribuan penerbangan setiap hari. Bagaimana meningkatkan jumlah penerbangan jika rasio jembatan koridor dan tempat parkir pesawat adalah 1:3?

Di pelabuhan, perputaran kontainer yang terjadi sekitar 20 juta kasus setiap tahun. Cuaca buruk akan mempengaruhi masuk dan keluarnya serta operasi bongkar muat kapal. Kapal besar akan menghabiskan hampir 10.000 yuan jika mereka tinggal satu jam lebih lama. Bagaimana kita dapat mengatur rencana dengan cepat untuk meringankan beban pelabuhan?

Masalah-masalah ini sering ditemui oleh para praktisi di manufaktur, ritel dan logistik. Mereka membuat keputusan yang mirip setiap hari, tapi bagaimana kita bisa mengalokasikan sumber daya dengan optimal? Dengan transformasi digital, perusahaan akan menemukan bahwa mereka perlu meningkatkan efisiensi dari satu titik, mempertimbangkan koordinasi dari seluruh sistem, dan memaksimalkan penjadwalan sumber daya.

Untuk mencapai optimasi global, kita perlu mempertimbangkan semua batasan, persimpangan dan integrasi setiap tautan, serta batasan bersama dari variable sekarang dan masa depan. Sebagai contoh, untuk mencapai efisiensi lalu lintas optimal, tidak hanya lampu dan kondisi lalu lintas di daerah saja yang perlu dipertimbangkan tetapi juga di seluruh kota.

Jika skenarionya sederhana serta variabel dan batasannya sedikit, perusahaan bisa memecahkan sebagian besar masalah secara manual. Namun, dengan ekspansi skala bisnis, kompleksitas dari masalah optimisasi seperti itu akan meningkat, begitu juga dengan variabel dan batasannya dapat meningkat menjadi jutaan hingga puluhan juta. Dalam kondisi seperti ini, kompleksitas dan skala masalah sangat besar dan sulit untuk mencapai solusi optimal hanya dengan tenaga kerja.

Untuk memecahkan masalah optimasi operasi kompleks ini, perusahaan perlu memperkenalkan teknologi dasar dalam bidang solver pemrograman optimasi-matematis keputusan, yang mengubah faktor global dan pengalaman manusia menjadi model matematika dan kemudian menggunakan solver untuk menghitung solusi optimalnya.

Solvers telah ada selama bertahun-tahun, tapi mengapa mereka tidak populer di aplikasi perusahaan?

Pertama, solvers memiliki hambatan teknis yang tinggi dan sulit dikembangkan. Untuk waktu yang lama, teknologi inti solver komersial berkinerja tinggi telah didominasi oleh beberapa perusahaan teknologi terkemuka. Lebih jauh lagi, solver memiliki ambang batas penggunaan tertentu. Intinya, solver adalah proses transformasi ke dalam model matematika dan mencari solusi optimal.

Merepresentasikan masalah secara akurat dan efektif dalam bentuk matematika itu seperti membangun sistem persamaan untuk masalah aplikasi, tapi bagaimana menerjemahkan masalah ini ke dalam masalah matematika yang dapat dipahami solver tidaklah mudah. Solver membutuhkan dasar matematika dan kemampuan teknikal yang sangat tinggi, sayangnya perusahaan seringkali tidak memiliki tenaga professional yang dibutuhkan.

Terakhir, solver biasanya digunakan untuk memecahkan masalah optimisasi dimana membutuhkan kinerja tinggi untuk masalah kompleks dengan miliaran variabel. Status layanan dan data dari perusahaan berubah secara real time. Jika kecepatan resolusi tidak dipertahankan, maka efisiensi operasi akan terpengaruh.

Sebagai tambahan, solver harus terus disesuaikan berdasarkan data historikal yang melibatkan banyak penyesuaian parameter. Oleh karena itu, tidak mudah untuk menggunakan solver dalam skenario bisnis yang nyata.

Bagaimana bisnis-bisnis bisa menggunakan solver?

Di Huawei Connect 2021, Wakil Presiden Senior Huawei dan CEO Huawei Cloud Zhang Pingan meluncurkan Huawei Cloud OptVerse AI solver.

Solusi pertama dari Huawei Cloud OptVerse AI solver adalah untuk menyelesaikan masalah parameter dan kebijakan optimal untuk skenario yang berbeda, sehingga para pelanggan tidak perlu bereksperimen berulang kali dengan parameter konfigurasi dan kebijakan yang berbeda. Lebih cerdas dalam mengoptimisasi performa solver dengan menggabungkan data historikal dalam skenario tetap, sehingga solver dapat beradaptasi dengan skenario dan masalah pelanggan sehingga solusinya menjadi lebih baik. HUAWEI CLOUD menggabungkan AI dan solver dari perspektif penggunaan dan kecerdasan yang lebih baik.

Yang pertama adalah intelligence of the upper suite. Solver hanya bisa memahami input tertentu, tapi bagaimana mengubah masalah spesifik menjadi input adalah masalah yang sulit bagi sebagian besar praktisi. Oleh karena itu, hal pertama yang perlu dilakukan Huawei Cloud OptVerse AI solver adalah bertindak sebagai penerjemah. Dengan menggunakan intelligence of upper-layer suites dan tools, pengguna dapat menyederhanakan penggunaan dari solver, menyederhanakan pemetaan antara masalah produksi dan solver tertentu, dan menurunkan threshold untuk menggunakan solver.

Yang kedua adalah kecerdasan dari proses solusi. Solver tradisional sebagian besar didasarkan pada algoritma matematika klasik, tapi Huawei menemukan bahwa proses pemecahan juga dapat menambahkan AI untuk meningkatkan kecepatan, sehingga muncul nama “AI” solver. Huawei Cloud menyatukan solver, AI, dan teknologi operasi optimisasi dan meluncurkan AI solver komersial pertama yaitu Huawei Cloud OptVerse AI solver yang melampaui batas operasi optimisasi dalam industri selama ini.

  1. Memecahkan batas skala: solusi dari ratusan juta masalah skala dapat membantu pengambilan keputusan optimisasi dalam skenario yang lebih kompleks.
  2. Memecahkan batas kecepatan: Teknologi akselerasi paralel terdistribusi dapat meningkatkan kecepatan hingga 100 kali bahkan ketika masalah ini diselesaikan dengan skala 100 juta.
  3. Batas efisiensi permodelan: Efisiensi pemodelan ditingkatkan hingga 30 kali setelah AI digunakan untuk modeling yang cerdas.
  4. Memecahkan batas efisiensi: Teknologi Al digunakan untuk optimisasi adaptif, meningkatkan efisiensi hingga 30%.

Dalam daftar terbaru pemrograman sederhana buatan Hans Mittelmann, Huawei Cloud AI OptVerse AI solver mendapat peringkat pertama dan memecahkan rekor dunia.

Yang terakhir, Huawei Cloud OptVerse AI memecahkan masalah yang “mudah digunakan” bagi pelanggan industri: Huawei Cloud menggabungkan AI solver dengan skenario untuk meluncurkan serangkaian platform pengambilan keputusan cerdas untuk membantu pelanggan dengan cepat menerapkan AI solver untuk memecahkan masalah pengoptimasian keputusan.

  1. Dalam industri keuangan, portofolio optimal dapat meningkatkan rasio risiko sebesar 15%.
  2. Dalam industri manufaktur: Membantu pengoptimalan bahan-bahan industri dengan cepat, meningkatkan efisiensi hingga 30 kali.
  3. Dalam industri transportasi, penjadwalan penerbangan dapat dioptimalkan sehingga 2,6 juta penumpang tidak perlu transit.
  4. Dalam skenario supply chain: penjadwalan produksi berdasarkan AI solver dapat mencapai penjadwalan produksi super-besar, memaksimalkan kemampuan pasokan, meningkatkan tingkat kelengkapan persediaan hingga 37%, dan menghemat sangat banyak biaya setiap tahun.
  5. Dalam industri logistik, Pelabuhan Tianjin bekerja sama dengan HUAWEI CLOUD untuk mengembangkan fasilitas perencanaan pelabuhan cerdas berbasis Huawei Cloud OptVerse AI solver. Platform ini dapat menyelesaikan seluruh perencanaan pelabuhan dalam waktu 10 menit, meningkatkan kecepatan perencanaan hingga 144 kali, sangat meningkatkan efisiensi dan pemanfaatan sumber daya.

HUAWEI CLOUD menyediakan pengalaman dan kemampuan AI yang diakumulasi oleh tim pengembang AI solver selama 10 tahun terakhir untuk pelanggan di ribuan industri layanan cloud, memungkinkan inovasi dan membantu pelanggan untuk melanjutkan digitalisasi dan mempercepat mencapai optimalitas global.