Sejarah Sekolah

By Widodo SW: Sekolah berasal dari kata inggris "school" yang diturunkan dari kata Yunani kuno "scholae" yang berarti "waktu luang".

Sejarah Sekolah

Jaman Yunani kuno dulu ketika masih ada negara kota (polis) ada yang disebut hari pasar, dimana pedagang dan petani berkumpul untuk saling bertukar barang. Para petani membawa hasil pertaniannya untuk ditukar kebutuhan lain. Ketika urusan dagang selesai, ada waktu senggang (luang) sambil beristirahat mereka mendengarkan kisah dan dongeng
yang dipapar oleh para pengembara. Waktu-waktu mendengarkan dongeng diwaktu luang itu yang disebut "scholae".

"Jaman dahulu kala, di galaxy yang sangat jauh, ada seorang kaisar sangat kejam bernama Darth Vader.. dst.. dst ".

Kira-kira begitulah dongeng para pengembara waktu itu, dimodifikasi mencuplik lagu pembuka film "Star Wars".

Jika "scholae" itu waktu luang, lalu waktu utamanya apa? Waktu utamanya adalah kerja (bertani, berdagang, dst). Tentu harus diingat, ini ukuran jaman Yunani kuno dulu.

Jika diperhatikan jaman sekarang, banyak waktu dihabiskan anak-anak di lingkungan sekolah. Bahkan ada yang sekolah dari pagi sampai sore hari. Sekolah menjadi waktu utama, yang dulunya merupakan waktu "kalau sempat".

Tujuan sekolah jaman sekarang sudah berganti dari jaman Yunani kuno. Pada intinya sekolah jaman sekarang bertujuan membantu membekali manusia untuk dapat mengatasi masalah-masalah kehidupannya. Kemampuan dan pengetahuan dasar untuk baca-tulis dan berhitung, setidaknya itu. Agar dapat bersosialisasi berhubungan dengan orang lain secara efektif dan efisien. Juga menjadi warga negara yang baik, yang tahu hak dan kewajibannya.

Diharapkan, ketika dia sudah mampu mengatasi masalah pribadinya, dan mempunyai kelebihan kemampuan dan waktu, dia dapat membantu menyelesaikan masalah-masalah yang ada di masyarakat.

Sampai disini saya hanya membahas sekolah pendidikan dasar dan menengah. Yang menurut hemat saya cocok dengan prinsip "scholae". Pendidikan tinggi mempunyai prinsip berbeda pada awalnya, dimana Plato mendirikan "Academy" yang konon mengajarkan "hal-hal kebaikan".

Sering sekali pendidikan tinggi jaman sekarang dikaitkan dengan pekerjaan setelah lulus nanti. Apalagi budaya sertifikat dan ijasah masih diperlukan untuk mendapat posisi pekerjaan. Secara administratif tidak ada salahnya. Namun tidak pas benar dengan tujuan sekolah dan akademi itu yang bermaksud mengangkat harkat martabat kemanusian.

Harkat martabat menurut siapa? Harkat martabat menurut alam semesta. Bukan saja sekedar menurut manusia lain. Kenapa begitu? Karena manusia mempunyai kapasitas untuk mengendalikan alam semesta (api, air, angin, dst). Hanya manusia berilmu dan mempunyai harkat martabat yang tepat yang mampu mengendalikan kekuatan alam. Salah satunya,
untuk membantu kehidupannya agar lebih mudah dan nyaman.

Salam,
widodo.sw@gmail.com